Sudah sekitar satu bulan kami berenam berada di sini, tempat kami belajar ilmu-ilmu yang tidak akan pernah kami dapatkan di Sekolah manapun yakni Wonolelo yang akan selalu terkenang di hati. Dusun Wonolelo adalah salah satu Dusun yang berada di Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Bila dilihat dari topografi lokasinya sih dusun ini berada di tepat perbatasan antara Jawa Tengah ( Magelang) dan DIY ( Kulon Progo). Sebelum memasuki dusun ini akan ditemukan jalanan aspal membentang hingga obyek wisata Suroloyo yang notabene jalan aspal ini adalah tanda batas antara kabupaten KulonProgo dengan Magelang. Tulisan ini baru sempat ditulis sekarang karena satu dan dua hal koneksi internet "lumayan" baik sangat sulit didapatkan sehingga sempat tertunda untuk mempublish.
Di dusun ini sendiri terdiri dari enam orang mahasiswa UGM dari 2 kluster yaitu SainsTek dan SosHum. Keenam orang itu adalah Mahe, Rizal, Candra, Cheche, Rayi dan Aya. Kami menyebut diri kami adalah keluarga Cemarrra yang didasarkan untuk asik-asikan aja sebagai tanda kekeluargaan kami. Pada awalnya nama cemara kami ilhami dari kisah televisi keluarga cemara namun kami pelesetkan menjadi cemarrra yang merupakan singkatan dari nama-nama kami berenam.
Di satu desa Kenalan ini kami tim satu unit terdiri dari 24 orang dan dibagi ke dalam 4 sub unit yaitu di dusun Mawung, Klanten, dan Gempal. Di dusun Mawung terdapat teman kami fahmi, opik, ayu, dian, slamet, dan dhayu. Di dusun Gempal ada dimas, raras, fara, begjo, agnis, dan anggia. Sedangkan di dusun Klanten ada maul, alif, ojan, ridha, nana, dan ambar. Dibanding ketiga dusun tersebut, dusun kami terhitung paling jauh dari pusat desa yakni balai desa. Untuk sampai ke pusat desa kami harus lewat jalan memutar apabila naik motor namun jalan kaki bisa lebih cepat sampai hanya saja jalanannya sangat menantang.
Di dusun Wonolelo kami berenam tinggal di rumah pak RW 04 yaitu pak Edi Wahyono dengan bu Edi Wahyono. Bapak dan Ibu tinggal berdua karena putra-putrinya sudah menikah satunya bernama mas Andre tinggal bersama istrinya di Turi dan yang kedua mbak Yuli sudah menikah dan tinggal bersama suaminya mas Frans ( mas2 HiTech Wonolelo) juga di dusun Wonolelo. Bapak ibu sudah mempunyai 2 cucu yaitu Patrick dan Yufra. Kami lebih sering bertemu dan bermain bareng Yufra karena sering menginap dirumah bersama simbok (panggilan yufra ke simbah). Oh iya sebentar lagi bapak ibu mau nambah cucu ketiga lho hahaha
Nah itu sekilas cerita awal pertemuan kami dengan rumah kami, Dusun Wonolelo Kenalan. Kami akan tunjukan lagi cerita-cerita menarik lainnya yang mungkin kalian para pembaca tidak akan menyangka bahwa kerinduan dan kerukunan yang anda cari selama ini di kota dapat ditemukan di Dusun Wonolelo ini.
Salam Kasih,
Sub Unit 4 Wonolelo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar